Saturday, July 29, 2017

Film Kartini "resume"

at July 29, 2017 0 comments




Pada tanggal 21 April 1879 lahirlah seorang anak perempuan yang bernama Kartini dari ayah bernama R.M Sosroningrat dan Ibu Ngasirah. Ayah kartini merupakan seorang pembantu bupati Jepara pada saat itu, dan akan di angkat menjadi bupati jepara, namun dari peraturan pemerintah untuk menjadi bupati harus memiliki istri seorang bangsawan. Sedangkan Ngasirah, istrinya, bukan dari kalangan bangsawan sehingga Mas Aryo harus menikah kembali dengan wanita bangsawan. Ia awalnya sangat berat melakukan tindakan tersebut yang mengharuskan memiliki istri dua, namun dengan ketabahan dan keikhlasan Ngasirah untuk rela dimadu demi menjaga tradisi dan masa depan anak-anak mereka, Sosroningrat akhirnya menikahi seorang wanita bangsawan bernama Raden Ayu Moeryam dan kemudian R.M Sosroningrat di angkat menjadi Bupati Jepara untuk menggantikan Ayah dari Raden Ayu Moeryam, istri mudanya. Sedangkan Ngasirah diharuskan menjadi pembantu di rumah nya sendiri dengan panggilan Yu.
Trinil, itulah nama kecil Kartini. Saat ia telah menginjak masa menstruasi, Trinil harus menghadapi tradisi pingitan dimana ia di pisahkan oleh dunia luar dan hanya boleh dirumah sampai menunggu seseorang untuk melamarnya agar menjadi Raden Ayu. Hari demi hari ia lalui dengan kebosanan, ia harus belajar tata karma yang sangat rumit. Seperti berjalan dengan jongkok, merawat tubuh yang menurutnya terlalu sulit, tidak boleh belajar mengenal dunia luar, dan satu hal yang sangat Kartini benci adalah ia harus menunggu seseorang untuk melamarnya dan menjadikannya istri kedua,ketiga, ataupun lebih. Melihat kebosanannya, akhirnya Kartono, kakak Kartini, memberikan sebuah kunci agar Trinil dapat keluar dari kamar pingitan. Kartini sangat senang menerimanya, namun ketika dibuka lemari itu berisi tumpukan buku yang sangat banyak. Lalu ia baca satu persatu buku tersebut dan akhirnya ia mengerti maksud kakaknya memberikan buku-buku tersebut, agar Kartini dapat belajar dari buku-bukunya meskipun dirinya tengah menjalani pingitan yang menghalanginya untuk belajar lebih luas. Kemudian Kartini mengajak adik-adiknya yang juga sedang dalam masa pingitan untuk berfikir bahwa mereka harus menjadi Raden Ayu yang berbeda, harus berpendidikan layaknya seorang laki-laki yang pada saat itu wanita tidak boleh bersekolah. Dengan bantuan Abendanon,teman belandanya yang sangat mendukung ide-ide Kartini, ia dapat mempublikasikan karya-karya yang ia tulis selama masa pingitan. Bersama adik-adik Kartini, Kardinah dan Rukmini, mereka membuka sekolah membaca untuk para wanita disekitar rumahnya untuk belajar membaca bahasa Belanda. Ayah Kartini sangat mendukung cita-cita Kartini untuk keinginannya dalam pendidikan, beliau tidak melarang anak-anaknya untuk belajar lebih luas walaupun mereka perempuan. Dalam masa pingitan, Kartini berkirim surat dengan sahabat penanya di Belanda yang bernama Stella. Ia menceritakan keluh kesahnya menjadi perempuan Indonesia dengan segala tradisi-tradisi yang harus dilalui, dan ketidaksamaan hak untuk berpendidikan antara perempuan dengan laki-laki. Sampai Kartini ingin sekali Stella untuk membawanya ke Belanda. Dengan permohonan proposal beasiswa pendidikan ke Belanda yang dibuat oleh Kartini, ia sangat menginginkan hal itu disetujui oleh pemerintah Belanda. Ide Kartini ini menimbulkan banyak kericuhan antar keluarganya, walaupun ayahnya sangat mendukung proposal tersebut, namun istri dan saudara-saudaranya sangat marah atas keputusan R.M Sosroningrat yang memperbolehkan Kartini untuk pergi ke Belanda.
Namun Kartini dilemma kembali dengan kedatangan Bupati Rembang untuk melamarnya. Ia sangat bingung antara pendidikan atau pernikahan. Akhirnya ia memiliki keputusan yang sangat cemerlang. Kartini menerima pinangan tersebut namun dengan beberapa syarat yaitu yang pertama ia tidak mau membasuh kaki mempelai pria saat upacara pernikahan, yang kedua ia tidak mau dikekang dengan sopan santun yang rumit, yang ketiga untuk memindahkan tempat tinggal Yu (Ibu Ngasirah) ke rumah depan, bukan lagi rumah belakang, dan yang terakhir ia menginginkan merubah panggilan Yu menjadi Mas Ajeng (sebutan lain untuk ibu). Akhirnya syarat-syarat tersebut disetujui oleh mempelai pria yakni Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Ternyata istri dari Ario Singgih sangat mengenal Kartini dari karya-karya tulisannya yang sudah di publikasikan dan sangat ingin bertemu dengan Kartini, namun ajal telah menjemputnya. Pesan-pesan yang sangat diinginkan dari istri Ario Singgih sebelum ia meninggal adalah ingin anak-anak mereka dididik oleh ibu yang berpendidikan seperti Kartini. Dan akhirnya terwujud, Kartini dan Adipati Ario Singgih pun menikah. Beasiswa Belanda yang sempat Kartini kirim akhirnya disetujui oleh pemerintah Belanda, namun ia serahkan kepada Agus Salim. Suami Kartini sangat mendukung cita-cita Kartini dalam memajukan pendidikan wanita. Ia pun mendirikan sekolah perempuan di Rembang. 

Tuesday, November 24, 2015

Photograph - Ed Sheeran

at November 24, 2015 0 comments
 

Loving can hurt, loving can hurt sometimes
Mencintai bisa menyakitkan, mencintai terkadang bisa menyakitkan

But it's the only thing that I know
Tapi itulah satu-satunya yang kutahu

When it gets hard, you know it can get hard sometimes
Saat keadaan terasa sulit, kau tahu kadang keadaan bisa sulit

It is the only thing that makes us feel alive 
Inilah satu-satunya yang membuat kita merasa hidup
 
We keep this love in a photograph
Kita simpan cinta ini di dalam foto
We made these memories for ourselves
Kita buat kenangan ini untuk diri kita sendiri
Where our eyes are never closing
Dimana mata kita tak pernah terpejam
Our hearts are never broken
Hati kita tak pernah patah
And time's forever frozen, still
Dan waktu selamanya beku, diam
So you can keep me
Hingga kau bisa menyimpanku

Inside the pocket of your ripped jeans
Di dalam saku celana robekmu

Holding me close until our eyes meet
Mendekapku erat hingga mata kita bertemu

You won't ever be alone, wait for me to come home
Kau takkan pernah sendiri, tunggulah aku pulang

Monday, April 27, 2015

AIR

at April 27, 2015 0 comments
Jalan hidup yang kita jalani
jangan biarkan seperti air mengalir
yang hanya mengikuti arus air
dan tak tahu kemana arah alir

Tapi, jalanilah hidup
seperti arung jeram
melawan arus ombak
mencapai arah tujuan

Meski batuan besar menghalang
badai ombak menghadang
tetaplah mendayung 'tuk melawan

Sekalipun terjungkir
janganlah menyingkir
bangun dan hadapi rintangan
hingga mencapai arah tujuan

Sunday, November 30, 2014

Something

at November 30, 2014 0 comments

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup
Engkaulah tetes embun permata yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara

Kau hadir dengan ketiadaan
Sederhana dalam ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti
Namun aku terus disini
Mencintaimu





Tuesday, November 25, 2014

Nothing

at November 25, 2014 0 comments
Gerakmu tiada pasti 
ku tak tahu pola fikirmu

Hatimu misterius 
tak tahu berapakah didalamnya

Otakmu samar-samar
tak tahu apa yang kau fikirkan terhadapku

Tingkahmu tak berwujud
kau hanya melihat tanpa action

Cintamu?
aku tak tahu jelasnya
Tapi jelasku,
I'm yours

Monday, November 24, 2014

''My Fam's 90" :)

at November 24, 2014 0 comments
 



my design

at November 24, 2014 0 comments


enjoy cloth
dress xyfon muslimah
hodi dress
                                                                   

 

Lembaran Pelangi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos